Posted in Hari2 Ku

Selamat Hari Raya Idul fitri


*Khawatir Amalannya Tidak Diterima*

Para ulama salaf terdahulu begitu semangat untuk menyempurnakan amalan mereka, kemudian mereka berharap-harap agar amalan tersebut diterima oleh Allah dan khawatir jika tertolak. Merekalah yang disebutkan dalam firman Allah,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ

“ *Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut*.” (Qs. Al Mu’minun: 60)

‘Ali bin Abi Thalib mengatakan, “ *Mereka para salaf begitu berharap agar amalan-amalan mereka diterima daripada banyak beramal*. Bukankah engkau mendengar firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Ma-idah: 27)”

Dari Fudholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “ *Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya*, karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah *hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa*.” (Qs. Al Ma-idah: 27)”

Ibnu Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih ku khawatirkan daripada banyak beramal.”

Abdul Aziz bin Abi Rowwad berkata, “Saya menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan sholih. Apabila telah melakukannya, *mereka merasa khawatir apakah amalan mereka diterima ataukah tidak*.”

Oleh karena itu sebagian ulama sampai-sampai mengatakan, “Para salaf biasa memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian enam bulan sisanya, mereka memohon kepada Allah agar amalan mereka diterima.”

Lihat pula perkataan ‘Umar bin ‘Abdul Aziz berikut tatkala beliau berkhutbah pada hari raya Idul Fithri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri. Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.” Mereka malah mengatakan, “Kalian benar. Akan tetapi aku adalah seorang hamba. Aku telah diperintahkan oleh Rabbku untuk beramal, namun aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Itulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima. Namun berbeda dengan kita yang amalannya begitu sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita begitu “pede” dan yakin dengan diterimanya amalan kita. Sungguh, teramatlah jauh kita dengan mereka.

Semoga bermanfaat

———————————

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Konten copas share wa 😍

Advertisements
Posted in Hari2 Ku

Sederhanalah


Beberapa bulan terakhir sering banget dapat materi kajian tentang hidop sederhana (read : qonaah). Jadi mikir jero karena sering diingatkan tentang Bab hidup sederhana. Apa masih jauh dr predikat nerima ya saya ini #jleb 😶

Respon saya terkait hidup sederhana terhitung RELATIF. permisalan seseorang memaksakan membeli sesuatu pdhl tdk butuh atau hanya sekedar ingin terlihat wah nah ini kategori boros (bukan hidup sederhana) tapi ketika sebaliknya 
Kasih jempol sama orang2 (teman) yg sebenarny bisa hidup lebih “bergaya” tapi tetap memilih sederhana. Motor biasa banget (read: motor tua, bahkan kl mau beli model sbnarnya dia bisa), pakaian biasa, jibab, tas, sepatu,hp atau hal lain yg dipakai tak nampak wah atau ber merk. Bicara pun (ngobrol) tak sangkut paut pamer2 harta benda, status dll. Ngobrok santai tanpa saling menjatuhkan.

Mari berkaca dengan orang dsekitar kita, banyak yg bisa kita tarik pelajaran. Hindari teman2 interaksi dengan teman2 yg sekiranya bikin hidup kita susah (jadi mikir, berkeinginan dluar kemampuan kita). 
Mari berdoa semoga Alloh senantiasa memberi kita sifat qonaah 

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول : (( اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina”.” (HR. Muslim no. 2721)



Sumber : https://rumaysho.com/968-doa-meminta-ketakwaan-dan-sifat-qonaah.html

Posted in Hari2 Ku

Newbíe murid AI


Secercah harapan begitu ceritanya, mari kita follow kesukaan kita kalau saya salah satunya jadi murid AI. Kalau ditanya buat apa? Buat suka-suka, kalia aja menghasilkan karya. 

AI proses instaall meruntuhkan sifat idealis dan berusaha menerapkan ilmu Qonaah. 😂 Lebay ya, Tool2 beginian memang menggiurkan apalagi dinegara kita masih terhampar tempat sewa CD B****** (duh jane yo kurang sreg tapi piye meneh boro2 beli aseli). Kalau ditanya lagi belajar dmn ken? Ambil short course? Yes ambil sc tapi sama youtube😄. 

Belajar saja, belajar lagi, belajar terus

Jangan lelah melakoni belajar, belajar yg kau suka mau pun kadang kau tak suka. Dengan belajar kita bisa menghabiskan hidop ini setidaknya senantiasa berfikir

ays

Posted in Hari2 Ku

Sebenarnya 


Kadang mau seperti orang bisa cerita macem2 diblog tapi kemudian saya urungkan 

Kenapa?

Karena blog juga kategori SoSmed jadi ngerem2 kl curhat jangan disosmed apalagi hujat menghujat tanpa akhir berbahaya. kalau ada permasalahan mari kita duduk bersama kita rampungken jangan sindir menyindir via sosmed lah. Segala hal yg sensitif dengan banyak hal baiknya ditahan. 

Jadi ngeblog dan ngesosmed  kita isi ama yg suka2 aja ya misal masak memasak, review tentang hal2 yg menarik,info2 atau tips2 yg bermanfaat dan jualan tentu saja 

:mrgreen: 

Posted in Hari2 Ku

Diet suka-suka ala ayyasofia


Jadi ceritanya awal tahun ini ngurangin kebaperan saya karena “eng ing eng” saya berusaha untuk diet. Yes Diet niat udah dr sekian tahun yg lalu namun selalu gagal. Akhirnya awal tahun 2017 dengan tekad yg kuat untuk mengalihkan perhatian pd hal2 yg bikin baper sehingga ayuks kita menyibukkan dengan hal2 yg beda dan menantang.

DIET 

Diet buat saya adalah suatu yg menantang

Kenapa?

Karena, tdk makan makanan yg kita suka itu adalah suatu ujian. Misal ada bbrp orang yg stress bisa jadi berakibat jadi hobi banget makan untuk ngurangi strees dan saya masuk kategori itu (walau tdk sepenuhnya juga selalu begitu)

Bismillah demi kebaikan badan memasuki umur yg tambah tua secara keilmuan tubuh manusia akan berkurang fungsi alat vitalnya kemampuan dalam menyerap makanan pun akan menurun. 

Kalau tidak dari sekarang kapan lagi

Pada saat itu akhirnya milih2 diet yg sekiranya bisa tak jalani tdk berat tapi enjoy dan berkemampuan

Akhirnya saya namai diet ini dengan diet suka2

Karena suka-suka maka ya suka-suka jangan dibuat sulit

Iyap target diet

  1. Kurangi carbo (nasi,mie,gandum dkk)
  2. Kurangi minum manis

Saya punya target 2 ini saja dulu,jadi maem spt biasa 3x sehari tapi tanpa 2 diatas.

Awalnya Berat apalagi saya nggl bisa tidur malem dalm keadaan lapar. 

Pengalaman minggu 1

  • No nasi, nasi hanya diakhir pekan dan itupun porsi kecil
  • Tidak minum teh,kopi dan sejenisnya 
  • Minum hanya air putih dan diutamakan anget
  • Hari pertama dan kedua pd malam hari laparnya luar biasa tergoda rasanya mau buat mie saja karena jam22.00 sudah tidur dan akhirnya saya minuma air putih sebanyak2 tak coba merem2 
  • Dipagi harinya fresh dan nggk laper
  • Pekan pertama yg tumis2pun saya stop jd akhirnya semua direbus dr sayuran telur dll
  • Hambar? Tentu karena garam pun bener2 saya stop atau mungkin dikit banget
  • Godaan bau nasi anget berputar2 dikepala sedaaap tapi tahan harus tahan kuat

To be continued ……

😪 Lanjut kpn2 ya kelelahan dan eror hari ini semoga segera terobati 

Cuzz

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ

Posted in Hari2 Ku

Sup Ayam Tahu Ceria


Bahan2 

  1. Ayam bagian Dada
  2. Tahu
  3. Wortel
  4. Tomat
  5. Daun Bawang
  6. Cabe
  7. Bawang putih
  8. Merica
  9. Garam
  10. Minyak sayur
  11. Bawang goreng

Prepare

  1. Masak ayam sampai matang tiriskan (suwir2 ayam setelah dingin) sisihkan
  2. Potong2 tahu,cabe,daun bawang sisihkan
  3. Haluskan tomay dan wortel ambil ampasnya saja, air sarinya jangan dibuang ya diminum saja uenak. Sisihkan
  4. Haluskan bawang putih dan merica

Cara memasaknya

  1. Tumis bawah putih dan merica yg sudah halus sampai harum
  2. Masukkan air kaldu beserta ayam suwir
  3. Masukkan tahu, cabe
  4. Masukkan ampas wortel dan tomat
  5. Masukkan garam secukupnya
  6. Aduk2 secukupnya, cicipi apakah rasa sudah pas
  7. Setelah sudah mau matang masukkan daun bawang
  8. Setelah matang sajikan dalam mangkuk taburi bawang merah goreng