Posted in Hari2 Ku

Aku Dulu kemana :(


sad

Baiklah …….
Sebuah refleksi kita istiqomah itu bertanya kepada diri kita dalam langkah perjalanan hidop yg kian berwarna.

Ambil cermin untuk diri sendiri dan kemudian berkata: ” apakah saya lebih baik dari tahun2 sebelumnya” ???
ambil iket kepala kemudian berfikir
Hem hem (sepertinya) ada yg lebih baik kok tapi ada beberapa hal pulak yg mengalami penurunan.

Penurunannya begini saudara (salah satunya) “jadi kurang peka begini dengan lingkungan sekitar”
Indikatornya begini saudara :
1. Jd jarang ngesms orang (wl hanya sekedar say hello say,kirim2 tausyiah, kata2 bijak)
2. Jd kayak orang individualistis dan oportunis
3. Jarang nyapa tetangga kos sekedar kayak dulu masak bareng, dll
4. Berasa nggk punya temen deket sibuk dengan urusan pribadi
5. Berasa waktu habis begitu saja
Ini terasa setahunan kali Чα”̮ …..
Dan ternyata jejaring sosial pun berasa perlu lho, fesbuk misal (walau sudah hampir 2 thn nggk berposisi aktif). Paling tidak dengan fesbuk kita jd tahu noh kbr2 saudara2 yg lain. Apakah dia sudah menikah,lulus, punya anak, dapet kerjaan baru atau lagi kena musibah. Terlepas apapun yg akhirnya mereka upload setidaknya kita tahu kondisi terbaru dr temen2. Dan itu bener2 tdk saya lakukan, ah berfikir entah kayaknya eman banget ketika bukak fesbuk, waalau twitter sih sering banget. Jadi begini lho biar kita nggk terkesan hidup disebuah “kotak”.

Lalu apa hubungan dengan istiqomah?
Oh begini saudara ini tidak lebih membahas ke istiqomahan yg punya blog loh, tapi object lain misal saudara lain.

Begini ….
Pernah punya temen yg akrab kan? Atau dulu pernah berjuang bersama kan? Atau dulu yg bisa dikatakan dakwah sekolah, dakwah kampus dan lain sebagainya. Lalu tiba2 yg dulunya kita sahabatan begitu tiba2 terpisah dan lalu jarang bertemu dan akhirnya lost kontak.

Okei akhirnya begini …
Kita ketemu lagi dengan temen kita ini yang mungkin dulunya bagus, istiqomah lalu tiba2 denger hal2 yg kurang sedap atau perilaku yg dulunya dia bener2 menghindari. Apa ekspresi anda?
Ada rasa marah buat sendiri kalau saya pribadi, kemana saya dulu, kemana? Kenapa komunikasi itu tiba2 terputus, lalu? *mungkin dulu dia butuh kita* tp saking cuek dan sibuknya kita tiba2 kondisi sudah berubah saja
Boom begitu saja
Tangan pun akan sulit meraih
Bibir kelu berucap
Dan air mata tidak terbendung
Kemana aku dulu ???

Istiqomah dan arti kata mahal disini
Iman itu memang tidak dapat diwarisi dr seorang orang tua yg bertakwa.
Ini arti penting kenapa kita harus rutin dibina,membina, membaca buku, ikut tasqif, memperbarui niat ibadah kita dan mari membuka cakrawala.

Dan dalam QS.Hud:112 kita diberikan renungan ayat اَللّهُ SWT
– Fastaqim kama umirta –
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,
sebagaimana diperintahkan kepadamu”

“Semoga Kita termasuk gol2an istiqomah di jalan-NYA” (آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن )

Author:

Aku tidak terlalu beda dengan orang-orang pada umumnya, biasa sangat biasa bahkan. Punya hidup yang bisa dikatakan gitu2 aja alias monoton,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s