Posted in Hari2 Ku

Soeradji Tirtonegoro


rs
Hari ke-4 terhitung sejak Rabu Ayahanda tercinta masuk Rs. Belum juga penyakit yang sejak 10th diderita sembuh penyakit baru datang tanpa diduga hingga akhirny menginaplah kami disini.
Kutatap ayahanda dengan rasa haru, masih tergolek ditempat tidur, ku duduk disamping hingga teringat beberapa masa yang lalu ketika beliau sangat Perkasa memikul beban keluarga. Bila kuingat masa itu dimana ayah adalah kepala keluarga yang luar biasa dan tak banyak kudapati pd diri kepala keluarga kebanyakan. Tapi semenjak 10th y lalu terjadi perub drastis, hingga akhirnya Tabuk kepemimpinan keluarga kami berpindah pada sosok seorang ibu.
Keluarga adalah tumpuan hidup yang tak lekang oleh zaman, kita akan selalu ingat dimana segala kesuksesan yang kita dapat tak ubahnya terlepas dari peran keluarga.
I’dul Fitri tahun ini begitu berbeda walau keceriaan dibulan kemenangan tak kami dapat, tapi makna keluarga inilah sangat terasa dimana kami sekeluarga bahu-membahu mengeluarkan tenaga semaksimal mungkin untuk mengurangi beban Bpk dan Ibu kami. Selalu ada Hikmah dari setiap peristiwa.
Bpk semangat dan Lekas sembuh aq masih sangat ingin Njenengan menyaksikan anakmu ketika pada saatnya nanti tlh bertemu dgn separuh jiwaku^’

11.00 wib/Sabtu/27 Sept 09
disamping ayahanda tercinta

Author:

Aku tidak terlalu beda dengan orang-orang pada umumnya, biasa sangat biasa bahkan. Punya hidup yang bisa dikatakan gitu2 aja alias monoton,

4 thoughts on “Soeradji Tirtonegoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s