Posted in Hari2 Ku

Tambah


Bukannya semakin berkurang eh malah tambah banyak.
Ngiung2 dikepala akhir2 ini, pekerjaan rumah yang tak pernah berkurang. BackgroundTak pernah kusangka dengan keputusan mbq yang sekarang ngajar diTk, uwih smua jadi PR q sekarang. Sabar, memang lagi belajar tuk ngurus rumah ditambah dagang yang tak kunjung usai 06.00-21.00. Jam kerja apa itu!!!, Melihat Ibuq yang semakin hari semakin berkurang tenaganya. Ibu adalah sesosok yang luar biasa, akankah aku bisa sepertinya. Tak bosan ketika beliau selalu mengatakan “sing sabar semua ada waktunya”. Apakah memang takdirku tuk singgah dulu dirumah dulu hingga semuanya stabil^^.
Dan setelahnya mungkin aku bisa berfikir lagi tentang mimpi, aq dia dan mereka^^
Yang semakin menambah pikiran, bukannya menyemangati tuk cari kerja eh malah pada nyaain “Nikah”, what!!

Author:

Aku tidak terlalu beda dengan orang-orang pada umumnya, biasa sangat biasa bahkan. Punya hidup yang bisa dikatakan gitu2 aja alias monoton,

6 thoughts on “Tambah

  1. Ingat ukhti, Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuan orang tersebut. Berdoa supaya diberi kemudahan oleh Allah. Mengeluh hanya akan mengurangi nilai pekerjaan yang telah dilakukan. Wallaahu a’lam. Wallaahul musta’aan.

  2. Tanggapan kalimat terakhir: Ya maklum laah.. coz wanita kan g wajib cari nafkah! lagi pula, emangnya jualan bukan termasuk “kerja”???

  3. @ MasArif
    Biarkan kendri mengungkapkan semua ni didunia maya karna belumtentu bisa kuekspresikan didunia nyata.

    @ Pak Edi+Budi
    HU waguuuu

  4. adakalanya seorang wanita tidak menyadari bahwa tinggalnya ia di rumah dan melakukan pekerjaan rumah adalah suatu perkara yang luar biasa. bagaimana tidak? dengan tinggalnya ia di rumah dan melakukan aktivitas2 rumahan (yang banyak dianggap remeh oleh sebagian wanita) berarti ia telah melakukan suatu perkara kebaikan, yaitu birrul walidain. tidak banyak wanita yang menyadari hal ini. oleh karena itu, berbahagialah dirimu wahai saudariku karena Allah masih memberimu kesempatan dan kemampuan untuk membantu orangtuamu sebagai balas jasamu terhadap pengorbanan mereka selama ini terhadapmu. bukanlah seorang anak baru dapat dikatakan berbakti hanya ketika ia dapat memberikan pundi-pundi uang pada orangtuanya. jadikanlah kesempatan ini sebagai ladang pahala bagimu, ikhlaskan semua yang kau kerjakan semata-mata untuk mengharap wajah-Nya. janganlah pernah merasa malu dengan keadaan ini. berbahagialah. tidak semua wanita memiliki kesempatan ini, bahkan tidak memilihnya karena menganggap tinggal di rumah dan menekuni pekerjaan-pekerjaannya bukan suatu hal yang ‘keren’. mereka lebih memilih meninggalkannya dengan alasan ‘aktualisasi diri’. ingatlah bahwa kedua orangtuamu memiliki kedudukan yang tinggi atasmu setelah Allah dan RosulNya. jangan berkecil hati karena masih banyak kreatifitas yang dapat kau kerjakan di rumah. bersemangatlah!😉

  5. @ twinkling star
    He mbyu, Tak semudah ketika seseorang berteori. Rumah ketika memberikan kenyamanan tak masalah tapi ini masalah hati yang telah lama tersakiti, mencoba terus bertahan tapi adakalanya seseorang punya mimpi, dan kepingin mengejarnya. Dan sepertinya tak hanya aktualisasai diri yang kucari tapi mencoba memaknai Hidup, akhwat tak selamanya tuk hanya dirumah, contohnya kita masih butuh dokter, Guru dlll dari kalangan akhwat, nah kalau semua akhwat dirumah siapa yang kan mengisi posisi itu? ayo? Tapi beda kondisi ketika akhwat telah punya Qowwam, nek ternyata seorang Qowwan menginginkan dirumah, nah kalau yang ini perlu ditaati selama ada keterjaminan kesejahteraan.
    Biarkanlah Adikkmu ini mencoba menjalani hidup dengan caranya sendiri karna Dia akan belajar banyak hal dari segala Aktivitas yang dijalani. Yang terpenting Adikmu tak keluar dari kaidah Syariah seorang akhwat. Wallahu ‘alam Bishowab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s