Posted in Hari2 Ku

Pembeli itu……..


Ternyata jadi pedagang itu tidakalah gampang, peluh keringat, korban persaan adalah makanan sehari-hari, kalau saja kita tidak berfikir bahwa ini adalah salah satu bagian dalam rangka tuk bertahan hidup maka mungkin banyak orang yang enggan melakukannya. Mungkin orang yang tidak berkecimpung langsung didalamnya akan kurang bisa merasaknnya. Ini adalah sebuah realita dalam rangka mendapatkan cripatan rupiah dari tiap transaksi yang dilakukan dengan tidak mengabaikan etika dalam berdagang.

pembeliSudah sangat tidak asing lagi ditelinga kita tentang ungkapan bahwa “Pembeli adalah Raja” oleh karnanya layaknya seorang raja, pelayanan prima hendaklah kita suguhkan. Saya mencoba mengamati karakteristik pembeli yang punya ciri khas masing-masing tanpa mengurangi rasa hormat saya pada mereka dan inilah mereka:

Macam-macam Pembeli:

    1. Pembeli Ekspress

      Pembeli yang kayak gini kadang bikin kesel, banyangin aja baru datang langsung nyrobot antrean. Etikat yang baik itu kan dating lihat kanan kiri bila perlu kasih salam dulu baru deh nyesuain dengan kondisi kalau masih antrin ya ditunggu dulu, dulukan yang duluan datang. Tambah kesel lagi kalau kewarung bawa motor tanpa mematikan mesin, nambah suasana semrawut soale seorang penjual butuh konsentrasi penuh entah ngambilin barang tau ngitung belanjaan. So budaya antri penting dimana pun, ketika kita bisa menghargai orang lain orang lain pun akan menghargai kita.

      2.Pembeli Cerewet

      Wuih kalau pembeli kayak gini biasanya ibu-ibu, bikin rame suasana dah suaranya kenceng tambah lagi kalau kewarung nggak Cuma beli tapi malah ngerumpi ngomongin ini itu dan kadang nggak nyambung ama yang di beli. Sebenere kadang baik juga itung2 silaturahim antar tetangga ya asal aja nggak ngomongin orang. Nah kalau dah kayak gini berabe bukan berkah silaturahim eh malah ngurangi pahale. Ya nggak penonton???

        3.Pembeli Pelupa

        Kadang lucu campur kasihan kalau nemuin pembeli kayak gini banyangin aja ya pernah kejadian ada pembeli yang rumahnya jauh eh ampe diwarung lupa ama baeang yang akan dibeli, padahal kalau urusan kayak gini seorang penjual nggak bisa mbantu banyak. Biasanya tak suruh duduk sambil diinget2, kadang ada yang trus inget tapi da pula yang ampe lama duduknya nggak inget2 juga so akhirnya ada yang pulang dulu kerumah kalau dah inget nanti balik lagi. Pelupa bukan dalam hal itu aja, misalnya ninggalin barang-barang diwarung seperti dompet, tas belanjaan, bahkan barang belanjaannya sendiri lupa nggak dibawa. So buat kamu-kamu yang sering lupa mending bawa catatan, hal ini akan meminimalisir kelupaan ama dan bisa menentukan barang apa aja yang dibutuhkan (skala prioritas) soalnya kalau nggak dibuat skala prioritas, yang tadinya Cuma mau beli satu barang karena nglihat barang-barang lain akhirnya merembet kemana.

          4.Pembeli Gengsi Gedhe

          Pembeli yang satu ini jangan ditiru, gengsi gede aku menyebutnya sepertinya pernah kejadian begini, seorang ibu memilih-milih jajan tuk anaknya eh langsung aja berceloteh “wah nek anak saya kayak gini nggak mau” kurang keren bisa bikin batuk, sakit kiki lah katanya padahal sepertinya kehidupan si ibu ini biasa aja tapi pinginnya semua serba “wah”. Suka crita hala-hal yang mungkin bikin orang lain risih, tentang hal-hal yang bisa bikin seseorang jadi di cap “sombong”.

            5. Pembeli Lola

            Kalau yang ini mungkin dah bawaan kalau suruh mikir Lola alias Loading Lama ni bisa terjadi disegala umur dari anak-anak ampe kakek/nenek. Ada seorang anak yang sepertinya punya kelemahan kalau dilihat sepintar seperti anak-anak yang lain tapi setelah kita berinteraksi seperti kosong pikirannya jadi malah kayak orang bingung gitu antara lupa dan nggak paham. Kalau yang ini anak muda untuk sebuah barang yang cukup dikenal banyak orang sangat aneh ketika bertanya bahwa dia tak tahu fungsinya, bayangkan sebuah sebuah pelembab rambut!. Seorang kakek yang kalau ditanya “Pripun mbah sios tumbas sing pundi”, eh malah diem lama dilihat-lihat lama. Antara pendengaran kurang dan tipisnya uang dikantong.

            6. Pembeli gali lobang tutup lobang

            7.Pembeli “Pinginan”

            8. Pembeli Sok tahu

            9. Pembeli minim bicara

            10. Pembeli anak

            11. Pembeli monoton

              Buat yang no 6-11, besok lagi lah dan sepertinya dah terlampau larut.

              So To Be Continued………..

              Author:

              Aku tidak terlalu beda dengan orang-orang pada umumnya, biasa sangat biasa bahkan. Punya hidup yang bisa dikatakan gitu2 aja alias monoton,

              2 thoughts on “Pembeli itu……..

              Leave a Reply

              Fill in your details below or click an icon to log in:

              WordPress.com Logo

              You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

              Twitter picture

              You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

              Facebook photo

              You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

              Google+ photo

              You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

              Connecting to %s