Posted in Hari2 Ku

Kemarin Malam


Aq mulai memeras otak kembali setidakmya untuk rencana 3 bulan mendatang. Kondisi seseorang tak akan pernah bertahan pada suatu titik untuk itu aku punya beberapa alternatif rencana. Hal ini bukan “pelarian” tapi setidaknya ini kumaknai sebagai perbaikan hidup. Anggaplah 5 bulan kemarin adalah masa “Hibernasi”, yach setidaknya menyiapkan perbekalan tuk melanjutkan hidup. Saat ini pun aq masih menunggu dan untuk kali ini aq optiminis bahwa perubahan itu akan segera datang. Aq mulai membayangkan walau memang belum kelihatan kongkrit tapi setidaknya setitik pancaran cahaya kehidupan baru itu tlah terlihat.

Aq kadang heran dengan keluargaku atau orang2 disekelilingku ketika aq mulai untuk merencanakan hidup baru, sepertinya mereka tak terlalu peduli atau aq yang tidak peka. Yach kalau nanti aku dicap sebagai anak yang egois terserahlah. Pola keluargaku kadang kupikir sangat aneh, ku mau begini mereka maunya begitu, tak boleh begini tak boleh begitu nggak nyambung lagi. Huff Bete.

Biarlah sekali2 aq menerjang badai jadi anak nurut itu bosen juga perlu ada inovasi. Ya inovasi setidaknya untuk keputusanq kali ini. Memang manfaatnya belum terasa sekarang, Aq hanya tidak ingin jadi manusia “Telat” sehingga menyesal dikemudian hari. Umurku yang masih masih tergolong muda dikeluargaku kadang jadi suatu masalah buat q, menurut pandangan mereka aq hanyalah anak kecil yang harus selalu dibimbing. Wajarlah, karena aku bukan anak pertama, terakhir atau anak laki2 tunggal, nasibku memang jadi anak ke-3 dari 4 bersaudara. Bagiku anak ke-3 amatlah berat palagi untuk orang seperti aq yang status masih jadi tanggungan orang tua. Makanya aku pingin keluar dari situasi seperti ini dan membuktikan bahwa aq bukan anak kecil lagi. Dalam banyak hal aku memang cenderung diam kalau dirumah (apa anda percaya?), males kadang seberapa pun kita berusaha tapi respon juga biasa saja dan cenderung disepelekan.

solat2oa0Kadang aq kepikiran apa aq selama ini kurang nurut ama mereka, perasaan dari dulu ampe segede ini apa yang mereka tuntut sebisa mungkin aku turutin. Sekolah dari TK ampe Kuliah sesuai harapan mereka, teringat ketika dulu pingin banget merantau jauh tuk kuliah eh ujung2 tak dapat restu dan maklumat hanya 2 kota pilihan, Solo atau Jogja. Setiap minggu keharusan tuk mudik selalu kuturuti (makanya dulu kalau da acara di hari Ahad sering izin), lulus sesuai waktunya kuturuti pula dengan sekuat tenaga kucoba sampai akhirnya selesai juga. Tapi tuk kali ini benar2 sudah kuputuskan bahwa aq harus memilih jalan hidupq sendiri, setidaknya dalam pikiranq ini yang terbaik. Dan aq percaya ini hanya tinggal menunggu waktu saja.

…………………………….

sendiri menyepi,,,
tenggelam dalam renungan
ada apa aku seakan ku jauh dari ketenangan..
perlahan kucari mengapa diriku hampa?
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat …?
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa sendiri menyepi
kembalikan aku pada Cahaya-Mu yang dulu benderang…menerangi hidupku…

Author:

Aku tidak terlalu beda dengan orang-orang pada umumnya, biasa sangat biasa bahkan. Punya hidup yang bisa dikatakan gitu2 aja alias monoton,

10 thoughts on “Kemarin Malam

  1. koq terakhirnya lagu futur gtu mb…(sebutan bwt lgnya edcoustic yg satu ini)
    HORAS bah!!! (slgan kmrn g jln ya ^_^)

    *yups, i’m IT Telkom’ers

  2. *binun mw komen dimana…sini aj ya, mskipun g pd t4nya, ashiif

    Alhamdulillah sae…cen kepekso mb…
    pdhl mung arep mbukak rohiskoe(apa ‘moe’ ya…hehe)

  3. Baarakallaahu fiyk.
    Tidak bisa dengan diskusi ya? Kok rasa-rasanya, kerangka berpikirnya hanya untuk “tidak nurut”? Insyaallah orang tua juga punya pertimbangan, pikiran, perasaan, dan harapan untuk anak-anak mereka. Bukankah ridha Allah itu ada pada ridha orang tua? Kecuali jika diperintah kepada maksiat, maka tidak ada ketaatan pada makhluq dalam kemaksiatan. Wallaahu a’lamu.

    1. ya begitulah mas, tapi kendri banyak belajar dari banyak hal dan mencoba mengiklaskam semuanya. Doakan setiap langkah yang kita ambil diberi keberkahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s