Episode Motor Mogok^^

Melangkah gontai tak seperti biasanya, walau sepagi mungkin ku tlah memupuk semangat, semangat tengah pekan diawal bulan November. Kujalani rutinitas seperti biasa; Bangun pagi- Radio yang memang hampir tak pernah mati, masak-Nyuci-setrika dan tak lupa manasin motor. Masih baik-baik sampai pada saat mau berangkat ku starter motor kesayanganku, alhasil nddak mau hidup, ada apa ini, kucoba mengerahkan seluruh tenaga yang ada tapi tetap saja tak ada hasilnya. Akhirnya aksi mendorong motor pun kujalani sampai ku temukan bengkel terdekat. Kulewati rumah demi rumah-kos2an-warung makan-kolam renang-warung-sawah, maklum daerah tempat tinggalku kini adalah perpaduan peradaban baru yang dulunya sawah sekarang berubah menjadi lingkungan yang cukup padat setelah Kampus UMY itu berdiri di sini. Huff belum kutemukan pula bengkel, ada sih tapi ternyata si empunya belum pulang dari tempat asalnya, tak apalah ku coba mengerahkan tenaga lagi sampai ku berada diperempatan kulanjutkan langkahku, bertemu dengan seorang bapak yang niat pertama ku hanya bertanya tapi dengan kebaikan hatinya ia mencoba mengerahkan tenaga pula tapi pada akhirnya menyerah juga ketika motor tak kunjung beranjak dari mogoknya. Oke tak pa namanya juga mencoba dan akhirnya ku temukan bengkel rumahan dan sepertinya baru buka terlihat dari pintu yang sepenuhnya belum dibuka, Sudah ada satu pasien motor yang mengantri rupanya, dengan sedikit menjelaskan keluhan motorku akhirnya kutinggal saja, itu artinya jalan kaki menuju tempat kerja. Molor satu jam sampai tempat kerja otakku terus berfikir setelah Bapak montir bilang masalah ada di Karburator bla ….bla…. bla coba kucerna walau memang benar-benar tak paham. Maklum kelemahan kaum perempuan kebanyakan sangat awam dengan bagaimana memperlakukan motor, baik perawatan maupun ketika sampai pada kondisi seperti ini.
Istirahat ku manfaatkan untuk mengambil kendaraanku, ku coba menggali informasi tentang masalah motorku dan ternyata nyambung dengan apa yang kufikirkan, em ternyata apa yang terjadi 2 pekan yang lalu baru terasa hari ini. Kejadian 2 Pekan yang lalu tak akan terlupakan tepatnya hari sabtu 24 oktober 2009. Mudik adalah aktivitas ku setiap akhir pekan, sebenarnya cukup ragu ketika merencanakan pulang dengan adanya hujan yang lebat kutunggu sampai pada kondisi aman untuk pulang. Alhamdulillah sepertinya sudah aman kujalankan motorku seperti biasa, ada perasaan was-was karna baru melangkah keluar dari kos ternyata awan hitam kembali menghantui, masih kulanjutkan sampai di jalan Ahmad Dahlan ku putuskan untuk berhenti sejenak sekedar memakai mantol. Berat karna semakin lama hujan semakin lebat, jalan-jalan dipenuhi dengan air yang cukup tinggi. Ada perasaan yang kurang enak, kulanjutkan perjalanan dengan penuh hati-hati melewati satu demi satu lampu merah sampai pada jembatan layang janti belok kanan jalan turun bertemu dengan genangan air kucoba terus berusaha menarik gas tapi tak kunjung berhasil ……………. Terdiam dan tersadar Motorku macet ditengah jalan diantara kendaraan dan Derasnya hujan sore itu, Ya Robb kuberserah diri dari cobaan ini.

Gagal

Udah nyiapin tulisan baru tapi lupa Flash nggak di bawa so, gagal munculin tulisan kali ini. hem Padahal dah lama ya, udah ada beberap tulisan tapi nggak sempet tuk Up Load. besuk2 lagi ya ya ya.

Akhirnya, Terpisah Juga^

Akhirnya hari ini bisa menapaki kembali Kuningan – Gg. Guru – Gg. Wisnu – Selokan Mataram- Gejayan dan Berakhir di Gg. Anggrek. Sungguh ku pernah lama disini, selalu ada cerita dalam setiap peristiwa ketika jadi mahasiswa dulu. Kangen, akhirnya bisa kumpul2 karo ibu-ibu ni lagi, walau sebentar lagi kita akan terpisah, semoga perpisahan ini membawa kita dalam kancah yang InsyaAlloh bisa tambah Produktif^^. hufff sungguh memilukan ketika harus terpisah dengan Sahabat. Sebiru hari ini tuk Yumna Family. akhwat_26

Soeradji Tirtonegoro

rs
Hari ke-4 terhitung sejak Rabu Ayahanda tercinta masuk Rs. Belum juga penyakit yang sejak 10th diderita sembuh penyakit baru datang tanpa diduga hingga akhirny menginaplah kami disini.
Kutatap ayahanda dengan rasa haru, masih tergolek ditempat tidur, ku duduk disamping hingga teringat beberapa masa yang lalu ketika beliau sangat Perkasa memikul beban keluarga. Bila kuingat masa itu dimana ayah adalah kepala keluarga yang luar biasa dan tak banyak kudapati pd diri kepala keluarga kebanyakan. Tapi semenjak 10th y lalu terjadi perub drastis, hingga akhirnya Tabuk kepemimpinan keluarga kami berpindah pada sosok seorang ibu.
Keluarga adalah tumpuan hidup yang tak lekang oleh zaman, kita akan selalu ingat dimana segala kesuksesan yang kita dapat tak ubahnya terlepas dari peran keluarga.
I’dul Fitri tahun ini begitu berbeda walau keceriaan dibulan kemenangan tak kami dapat, tapi makna keluarga inilah sangat terasa dimana kami sekeluarga bahu-membahu mengeluarkan tenaga semaksimal mungkin untuk mengurangi beban Bpk dan Ibu kami. Selalu ada Hikmah dari setiap peristiwa.
Bpk semangat dan Lekas sembuh aq masih sangat ingin Njenengan menyaksikan anakmu ketika pada saatnya nanti tlh bertemu dgn separuh jiwaku^’

11.00 wib/Sabtu/27 Sept 09
disamping ayahanda tercinta

Rindu^

Lama nian tak menyelami dunia blog, rasanya akhir2 ni begitu tumpul apakah efek pindah tempat dan aktivitas seperti ini……………….. Rindu…………………….., ku azzamkan tuk kembali Nge-Blog. Tunggu saja Kehadiranku..

Bus

Rutinitas kadang membuat kita bosan,tapi hari ini sedikit merubah rutinitas tapi tetep esensi sama namun dengan fasilitas yang berbeda. Agak mengejutkan memang tiba2 pagi ini aku harus merubah rencana,KeJogja naik Bis. Tak terbayang sebelumnya karena entah kapan terakhir aku pakek transportasi ini, setelah tak pikir2 oke juga sambil mengingat masa2 lalu. Aku punya track Record naik bis yang lumayan tinggi banyangin dari SMU ampe kuliah. Kucoba menata ulang rencanaku hari ini maklum waktu tempuh mempengaruhi, kusiapkan barang2 yang wajib dibawa dan tidak boleh lupa maklum jadi sekretaris huk huk dengan kondisi temen2 yang cukup wah wah wah. Pukul 10.15 kulangkahkan kakiku menuju tempat Nunggu bis maklum jalan depam rumahku tak dilalui bis so kudu jalan dikit. Bismillah setelah ku bersalaman dengan Ibuku sayang yang kalau dilihat dari raut wajahnya selalu menaruh harapan besar padaku, dimana bapakku sepertinya baru mandi ya udah tak titipkan aja pamitannya. Sekitar jam 10.35 Aku baru dapat bis,lumayan memang kalau nunggu bis ditempatku nggak kayak dikota setiap menit ada saja transportasi yang lewat. Pas naik sih biasa2 saja tapi2 lama kok agak pusing dan mual, walah jangan2 mau mabok,akhirnya kutahan samapi aku turun di “Bendogantungan” tuk ganti Bis jurusan Jogja-Solo. Baru naik langsung disambut bau parfum yang menyengat,mencoba memenangkan diri sambil makan permen tolak angin kok malah tambah parah dan memang sudah tah bisa kutahan lagi sontak kukeluarkan plastik dalam tasku dan keluar juga. Turun diJanti akhirnya sebentar lagi sampai.
malang-jogja-purwokertoPerjalanan yang cukup menyenangkan walau pakek tragedi “mabok perjalanan”, pakek muntah lagi untung dah sedia plastik. Biasanya sih jarang mabok cuma karena lama nggak naik bis dan kondisi badan yang kurang Fit tak apalah toh setelah muta eh malah plong. Sampai juga dipinggir kampusku dan tujuan utamaku adalah Rektorat, tak kusangka ketemu temen lama dengan tujuan yang sama. Gedung Serba guna FIP itu yang pingin kuketahui dalam rangka Tes yang akan kuikuti hari senin besok. Berhubung dah nyampe sini sekalian aja survei tempat,ehm lumayan kondusif. Ibadah dulu masjid FIP, eh ketemu temen lama lagi dan saat ku tanya baru nglanjutin S2 di Uny, Hiks2 Pingin. Berhubung perut dah kroncongan kekantin dulu,dan sesamapainya disana ha kok ditutup,oh ternyata baru dalam perbaikan. Kulangkahkan kaki eh ketemu teman lagi katanya mau ngenet dan nyaranin ke kantin Bun**. Kupuskan makan disana,dan betapa kagetnya setelah selesai mau bayar kok segini harga yang tidak umum bagi mahasiswa pantes sepi mahal sich. Aku masih punya waktu 1 jam ngapain ya kuputuskan mikir sambil jalan, kutelusuri jalan affandi (dulu Gejayan), aha ngenet aja bentar sekalian ngadem.Xi xi
Pelajaran Hari ini:
1. Selalu punya Plan B, karena hidup selalu banyak perubahan.
2. Perkuat Silaturahim karena dengan teman yang banyak dimanapun kita akan senantiasa mudah.
3. Selalu sedia plastik ketika naik transportasi umum, jaga2 kalau terjadi hal yang diinginkan.

Tambah

Bukannya semakin berkurang eh malah tambah banyak.
Ngiung2 dikepala akhir2 ini, pekerjaan rumah yang tak pernah berkurang. BackgroundTak pernah kusangka dengan keputusan mbq yang sekarang ngajar diTk, uwih smua jadi PR q sekarang. Sabar, memang lagi belajar tuk ngurus rumah ditambah dagang yang tak kunjung usai 06.00-21.00. Jam kerja apa itu!!!, Melihat Ibuq yang semakin hari semakin berkurang tenaganya. Ibu adalah sesosok yang luar biasa, akankah aku bisa sepertinya. Tak bosan ketika beliau selalu mengatakan “sing sabar semua ada waktunya”. Apakah memang takdirku tuk singgah dulu dirumah dulu hingga semuanya stabil^^.
Dan setelahnya mungkin aku bisa berfikir lagi tentang mimpi, aq dia dan mereka^^
Yang semakin menambah pikiran, bukannya menyemangati tuk cari kerja eh malah pada nyaain “Nikah”, what!!

Install PC

Komputer bagiku adalah salah satu sumber menuangkan inspirasi dan penyaluran hobi walau sekarang kebersamaan dengannya tak seperti dulu. Harap maklum saja sekarang kalau mau pakek komputer kudu pinjem dulu soale komputer yang dulu dilungsurke adikku. Pengalaman Install windows pertama adalah tak terlupakan, bagiku ni luar biasa. Kulihat buku catatanku yang sekarang dah nggak pernah tak pakai, kenangan masa lalu ada catatan syuro,Tasqif, agenda harian, catatan skripsi, dan catatan lain yang kadang2 lucu kalau dibaca maklum kadang buku itu seperti luapan emosi kala itu. Kubuka2 kembali sampai kutemukan aha ini dia catatan kecilku tentang cara install windows vista diPC dengan bahasa yang sederhana.
Cara-cara install Windows:
1. Kenali partisi (kita mau install di//C bukan yang lain)
2. Setting First Boot
3. Install dimulai, akan muncul jendela W License pilih I accept → Next
4. Muncul jendela pilihan, dimana mau dInstall pilih di//C lalu Klik Drive options
5. Pilihan → Klik Format
Format selesai → Klik next
Akan muncul: Installing Windows……………………….
Ketika selesai ada tanda centhang (√)
6. Muncul pada layar
Windows needs Restart………………..
Tiba2 mati
Restart kembali ………………………..
Sampai akan muncul:
Please wait a moment
7. Akan muncul kembali:
Installing Windows lagi
√ √
√ √
Completing Installing kemudian mati lagi
Lalu diam, muncul halaman user name:
Isi nama dan password bila perlu
8. Kemudian muncul mengenali hard ware (suwiiiiii, kudu sabar menunggu)
Ampe kemudian Finish
Alhamdulillah

Pembeli itu……..

Ternyata jadi pedagang itu tidakalah gampang, peluh keringat, korban persaan adalah makanan sehari-hari, kalau saja kita tidak berfikir bahwa ini adalah salah satu bagian dalam rangka tuk bertahan hidup maka mungkin banyak orang yang enggan melakukannya. Mungkin orang yang tidak berkecimpung langsung didalamnya akan kurang bisa merasaknnya. Ini adalah sebuah realita dalam rangka mendapatkan cripatan rupiah dari tiap transaksi yang dilakukan dengan tidak mengabaikan etika dalam berdagang.

pembeliSudah sangat tidak asing lagi ditelinga kita tentang ungkapan bahwa “Pembeli adalah Raja” oleh karnanya layaknya seorang raja, pelayanan prima hendaklah kita suguhkan. Saya mencoba mengamati karakteristik pembeli yang punya ciri khas masing-masing tanpa mengurangi rasa hormat saya pada mereka dan inilah mereka:

Macam-macam Pembeli:

    1. Pembeli Ekspress

      Pembeli yang kayak gini kadang bikin kesel, banyangin aja baru datang langsung nyrobot antrean. Etikat yang baik itu kan dating lihat kanan kiri bila perlu kasih salam dulu baru deh nyesuain dengan kondisi kalau masih antrin ya ditunggu dulu, dulukan yang duluan datang. Tambah kesel lagi kalau kewarung bawa motor tanpa mematikan mesin, nambah suasana semrawut soale seorang penjual butuh konsentrasi penuh entah ngambilin barang tau ngitung belanjaan. So budaya antri penting dimana pun, ketika kita bisa menghargai orang lain orang lain pun akan menghargai kita.

      2.Pembeli Cerewet

      Wuih kalau pembeli kayak gini biasanya ibu-ibu, bikin rame suasana dah suaranya kenceng tambah lagi kalau kewarung nggak Cuma beli tapi malah ngerumpi ngomongin ini itu dan kadang nggak nyambung ama yang di beli. Sebenere kadang baik juga itung2 silaturahim antar tetangga ya asal aja nggak ngomongin orang. Nah kalau dah kayak gini berabe bukan berkah silaturahim eh malah ngurangi pahale. Ya nggak penonton???

        3.Pembeli Pelupa

        Kadang lucu campur kasihan kalau nemuin pembeli kayak gini banyangin aja ya pernah kejadian ada pembeli yang rumahnya jauh eh ampe diwarung lupa ama baeang yang akan dibeli, padahal kalau urusan kayak gini seorang penjual nggak bisa mbantu banyak. Biasanya tak suruh duduk sambil diinget2, kadang ada yang trus inget tapi da pula yang ampe lama duduknya nggak inget2 juga so akhirnya ada yang pulang dulu kerumah kalau dah inget nanti balik lagi. Pelupa bukan dalam hal itu aja, misalnya ninggalin barang-barang diwarung seperti dompet, tas belanjaan, bahkan barang belanjaannya sendiri lupa nggak dibawa. So buat kamu-kamu yang sering lupa mending bawa catatan, hal ini akan meminimalisir kelupaan ama dan bisa menentukan barang apa aja yang dibutuhkan (skala prioritas) soalnya kalau nggak dibuat skala prioritas, yang tadinya Cuma mau beli satu barang karena nglihat barang-barang lain akhirnya merembet kemana.

          4.Pembeli Gengsi Gedhe

          Pembeli yang satu ini jangan ditiru, gengsi gede aku menyebutnya sepertinya pernah kejadian begini, seorang ibu memilih-milih jajan tuk anaknya eh langsung aja berceloteh “wah nek anak saya kayak gini nggak mau” kurang keren bisa bikin batuk, sakit kiki lah katanya padahal sepertinya kehidupan si ibu ini biasa aja tapi pinginnya semua serba “wah”. Suka crita hala-hal yang mungkin bikin orang lain risih, tentang hal-hal yang bisa bikin seseorang jadi di cap “sombong”.

            5. Pembeli Lola

            Kalau yang ini mungkin dah bawaan kalau suruh mikir Lola alias Loading Lama ni bisa terjadi disegala umur dari anak-anak ampe kakek/nenek. Ada seorang anak yang sepertinya punya kelemahan kalau dilihat sepintar seperti anak-anak yang lain tapi setelah kita berinteraksi seperti kosong pikirannya jadi malah kayak orang bingung gitu antara lupa dan nggak paham. Kalau yang ini anak muda untuk sebuah barang yang cukup dikenal banyak orang sangat aneh ketika bertanya bahwa dia tak tahu fungsinya, bayangkan sebuah sebuah pelembab rambut!. Seorang kakek yang kalau ditanya “Pripun mbah sios tumbas sing pundi”, eh malah diem lama dilihat-lihat lama. Antara pendengaran kurang dan tipisnya uang dikantong.

            6. Pembeli gali lobang tutup lobang

            7.Pembeli “Pinginan”

            8. Pembeli Sok tahu

            9. Pembeli minim bicara

            10. Pembeli anak

            11. Pembeli monoton

              Buat yang no 6-11, besok lagi lah dan sepertinya dah terlampau larut.

              So To Be Continued………..

              Kemarin Malam

              Aq mulai memeras otak kembali setidakmya untuk rencana 3 bulan mendatang. Kondisi seseorang tak akan pernah bertahan pada suatu titik untuk itu aku punya beberapa alternatif rencana. Hal ini bukan “pelarian” tapi setidaknya ini kumaknai sebagai perbaikan hidup. Anggaplah 5 bulan kemarin adalah masa “Hibernasi”, yach setidaknya menyiapkan perbekalan tuk melanjutkan hidup. Saat ini pun aq masih menunggu dan untuk kali ini aq optiminis bahwa perubahan itu akan segera datang. Aq mulai membayangkan walau memang belum kelihatan kongkrit tapi setidaknya setitik pancaran cahaya kehidupan baru itu tlah terlihat.

              Aq kadang heran dengan keluargaku atau orang2 disekelilingku ketika aq mulai untuk merencanakan hidup baru, sepertinya mereka tak terlalu peduli atau aq yang tidak peka. Yach kalau nanti aku dicap sebagai anak yang egois terserahlah. Pola keluargaku kadang kupikir sangat aneh, ku mau begini mereka maunya begitu, tak boleh begini tak boleh begitu nggak nyambung lagi. Huff Bete.

              Biarlah sekali2 aq menerjang badai jadi anak nurut itu bosen juga perlu ada inovasi. Ya inovasi setidaknya untuk keputusanq kali ini. Memang manfaatnya belum terasa sekarang, Aq hanya tidak ingin jadi manusia “Telat” sehingga menyesal dikemudian hari. Umurku yang masih masih tergolong muda dikeluargaku kadang jadi suatu masalah buat q, menurut pandangan mereka aq hanyalah anak kecil yang harus selalu dibimbing. Wajarlah, karena aku bukan anak pertama, terakhir atau anak laki2 tunggal, nasibku memang jadi anak ke-3 dari 4 bersaudara. Bagiku anak ke-3 amatlah berat palagi untuk orang seperti aq yang status masih jadi tanggungan orang tua. Makanya aku pingin keluar dari situasi seperti ini dan membuktikan bahwa aq bukan anak kecil lagi. Dalam banyak hal aku memang cenderung diam kalau dirumah (apa anda percaya?), males kadang seberapa pun kita berusaha tapi respon juga biasa saja dan cenderung disepelekan.

              solat2oa0Kadang aq kepikiran apa aq selama ini kurang nurut ama mereka, perasaan dari dulu ampe segede ini apa yang mereka tuntut sebisa mungkin aku turutin. Sekolah dari TK ampe Kuliah sesuai harapan mereka, teringat ketika dulu pingin banget merantau jauh tuk kuliah eh ujung2 tak dapat restu dan maklumat hanya 2 kota pilihan, Solo atau Jogja. Setiap minggu keharusan tuk mudik selalu kuturuti (makanya dulu kalau da acara di hari Ahad sering izin), lulus sesuai waktunya kuturuti pula dengan sekuat tenaga kucoba sampai akhirnya selesai juga. Tapi tuk kali ini benar2 sudah kuputuskan bahwa aq harus memilih jalan hidupq sendiri, setidaknya dalam pikiranq ini yang terbaik. Dan aq percaya ini hanya tinggal menunggu waktu saja.

              …………………………….

              sendiri menyepi,,,
              tenggelam dalam renungan
              ada apa aku seakan ku jauh dari ketenangan..
              perlahan kucari mengapa diriku hampa?
              mungkin ada salah, mungkin ku tersesat …?
              mungkin dan mungkin lagi…

              Oh Tuhan aku merasa sendiri menyepi
              kembalikan aku pada Cahaya-Mu yang dulu benderang…menerangi hidupku…